Dalam dinamika media sosial saat ini, istilah-istilah bahasa Inggris sering diserap ke dalam percakapan sehari-hari anak muda di Indonesia. Salah satu kata yang cukup sering muncul adalah "Bitter". Jika diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia, kata ini berarti "pahit". Namun, dalam konteks pergaulan digital, maknanya bergeser jauh dari sekadar rasa makanan atau minuman.
Secara bahasa gaul, seseorang disebut bitter ketika mereka menunjukkan sikap atau perasaan iri, dengki, kesal, atau tidak terima atas keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Orang yang "bitter" biasanya tidak bisa menunjukkan rasa sportif atau ikut berbahagia saat melihat temannya mendapatkan promosi, menjalin hubungan baru, atau meraih pencapaian tertentu.
Sikap bitter ini sering muncul dalam bentuk komentar nyinyir, sindiran di fitur "Story", atau penolakan untuk mengakui hal positif yang terjadi pada orang lain. Perasaan ini muncul karena adanya rasa rendah diri atau keinginan untuk berada di posisi orang tersebut, namun ia justru memilih untuk meresponsnya dengan negatif.
Ada beberapa alasan psikologis yang mendasari perilaku ini di dunia maya:
Bagaimana cara mengenali seseorang yang sedang bersikap bitter di internet?
Bersikap bitter tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga menciptakan atmosfer toksik di lingkungan pertemanan digital. Energi negatif yang disebarkan dapat membuat hubungan pertemanan menjadi renggang. Jika seseorang terus-menerus menunjukkan sikap bitter, orang di sekitarnya cenderung akan menjaga jarak karena merasa tidak nyaman dengan aura negatif yang ditebarkan.
Istilah bitter adalah pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Menjadi manusia yang turut berbahagia atas kesuksesan orang lain (sering disebut sebagai memiliki mentalitas abundant mindset) jauh lebih sehat bagi kesehatan mental dibandingkan terus-menerus memelihara rasa pahit atau bitter di hati. Jika Anda merasa mulai merasakan rasa "bitter", cobalah untuk fokus pada perkembangan diri sendiri daripada mengamati dan mengomentari hidup orang lain.