Belakangan ini, jagat media sosial, terutama TikTok dan Instagram, sedang diramaikan dengan istilah "NPC Stream". Mungkin bagi sebagian orang, istilah ini terdengar asing atau malah membingungkan. Namun, jika kamu sering berselancar di dunia maya, pasti pernah melihat kreator yang bergerak seperti robot dengan gerakan berulang-ulang saat melakukan siaran langsung. Nah, itulah yang dimaksud dengan NPC Stream.
Secara istilah teknis, NPC adalah singkatan dari Non-Player Character. Dalam dunia video game, NPC adalah karakter yang tidak dimainkan oleh pemain manusia, melainkan dikendalikan oleh sistem atau komputer. Karakter ini biasanya memiliki skrip perilaku yang terbatas dan berulang-ulang, misalnya penjaga toko yang menyapa dengan kalimat yang sama setiap kali kamu lewat.
Dalam konteks konten media sosial, "NPC Stream" adalah sebuah tren di mana kreator konten menirukan gaya, gerakan, atau suara karakter NPC dalam game. Mereka akan melakukan gerakan repetitif secara terus-menerus sebagai respon terhadap hadiah (gift) yang diberikan oleh penonton saat sesi *live streaming*.
Contohnya, saat ada penonton yang mengirim gift berupa stiker mawar, sang kreator akan merespons dengan gerakan atau kalimat yang sudah disiapkan sebelumnya, seperti "Terima kasih mawarnya, yumm" atau gerakan mengangguk kaku. Karena gerakannya sangat mekanis dan terprediksi, sang kreator akhirnya terlihat seperti NPC di dalam game yang sedang "rusak" atau berulang.
Fenomena ini bukan sekadar lucu-lucuan, tetapi juga menjadi cara baru bagi kreator untuk mendapatkan penghasilan melalui fitur *gift* di aplikasi live streaming. Berikut beberapa alasan mengapa tren ini disukai:
Banyak netizen yang menganggap fenomena ini cukup aneh atau bahkan "cringe". Namun, dalam dunia bahasa gaul internet, sesuatu yang dianggap aneh justru seringkali menjadi viral. NPC Stream hanyalah salah satu bentuk kreativitas (atau kegabutan) netizen yang berevolusi menjadi sebuah tren global.
Pada akhirnya, NPC Stream adalah cerminan dari budaya digital saat ini: cepat, repetitif, dan sangat interaktif. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, tren ini telah membuktikan bahwa kreativitas di media sosial bisa datang dari hal yang paling sederhana sekalipun, termasuk meniru cara kerja karakter di dalam video game.